Ketika saya berkesempatan untuk mengunjungi Hongkong beberapa waktu lalu, saya memanfaatkan kesempatan ini untuk 'berburu' kopi khas negara setempat. Sayangnya setiba disana, cukup sulit bagi saya untuk menemukan kopi khas China, karena memang negara ini lebih dominan memproduksi teh ketimbang kopi. Namun saya tidak patah semangat. Tidak dapat biji kopi, saya pun akhirnya memilih untuk mencoba kopi dalam 'format' lain, kopi Ready to Drink alias kopi dalam kemasan. Di negara seperti Hongkong, Korea, dan Jepang dengan gaya hidup yang serba praktis dan kegiatan masyarakatnya yang super sibuk, kopi-kopi semacam ini sangat banyak dan mudah ditemukan di mana-mana. Di stasiun, di convenience terdekat macam 7eleven, hingga vending machine. Sangat praktis dan bisa langsung dikonsumsi saat butuh kopi di pagi hari.
Showing posts with label reviews. Show all posts
Showing posts with label reviews. Show all posts
Friday, January 14, 2011
Saturday, September 11, 2010
Irish Cream Cappuccino @ Pizza e Birra
Mungkin terdengar aneh untuk seseorang yang baru pertama kali datang ke Pizza e Birra bukan untuk mencicipi pizza apalagi birnya. Yup, entah kenapa saya lebih kedistract dengan deretan menu kopi yang ada disana, salah satunya Irish Cream Cappuccino. Sebelum memesan, saya bertanya dulu kepada salah satu waiter disana apakah Irish Cream disini pure menggunakan liquor atau tidak (biasanya Irish cream adalah perpaduan dari irish Whiskey dan cream). Dan ternyata Irish Creamnya sudah disajikan dalam format syrup berflavour Irish Cream. Ow, owkay...it's fine to try...
Dan akhirnya, datanglah si Irish Cream dengan penampilan sebagai berikut:
Irish Cream Cappuccino di Pizza e Birra menggunakan illy coffee sebagai espressonya. Brand ini menggunakan biji kopi arabika premium asal Brazil, negara yang disebut-sebut sebagai salah satu pengekspor biji kopi arabika nomor satu di dunia. Kopi region Latin Amerika (menurut apa yang saya tahu) umumnya cenderung medium bodied, dan cocok dipadukan dengan segala yang mengandung cokelat. Dan aha!...saya melihat ada saus mocha di kopi ini. Baiklah, sepertinya akan menjadi perpaduan yang menyenangkan. mari kita cicipi :)
Karena namanya juga Cappuccino, saat pertama kali diseruput yang paling berasa adalah foamnya. Tekstur foamnya lembut dan creamy tapi masih ada sedikit bubble. dilengkapi dengan taburan cocoa powder dan saus mocha. Dari aromanya, saya merasakan aroma yang manis, lebih manis dari vanila dan karamel. Ya...ini dia irish Creamnya. Untuk kopinya sendiri tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer, medium bodied, dan less bitter.
after taste: sangat manis. illy coffee sebenarnya memiliki rasa yang cukup enak dan menyenangkan, sayangnya sirup Irish Cream terlalu mendominasi dalam kopi ini. Ditambah ternyata di dalamnya ada saus mocha, membuat Cappuccino ini menjadi terlalu manis dan si kopi yang basicnya memang tidak strong dan medium bodied menjadi tidak terlalu dominan. Sayang sekali. Padahal, mungkin kalau sirup Irishnya dikurangi sedikit, jatuhnya bisa lebih pas.
food pairing: original french fries chili con carne. Saya cukup beruntung memilih makanan asin sebagai pasangan kopi ini, karena lebih menyeimbangi lidah saya. Masih banyak varian makanan asin di Pizza e Birra seperti pasta-pastanya atau malah pesan pizzanya aja sekalian :D. Tidak disarankan memesan makanan yang juga manis karena jatuhnya malah makin mahteh, kecuali kamu memang sedang sugar high.
another option: Mudslide. Kalo gak suka kopi dengan foam, silakan coba Mudslide. Illy coffee dengan sirup irish cream dan milk. Mungkin kurang lebihnya bisa disebut Irish Cream Latte.
recommended for: penggemar kopi manis, fancy coffee, creamy coffee
not recommended for: penggemar black coffee, full bodied coffee
rating: 3/5 bintang
Friday, September 3, 2010
Grandpa Luigi's Iced Coffee @ Kitchenette
Setelah sekian lama tidak melakukan caffeine journey, akhirnya saya berkesempatan untuk memulai kembali petualangan saya ini. Ditemani Jenn, kami meluncur ke salah satu tempat yang tengah happening di Jakarta: Kitchenette. Sesuai namanya, resto dengan dekorasi ala interior dapur ini menyajikan masakan ala Perancis dengan nama-nama menu yang unik, yaitu mengambil nama Laki-laki dan Perempuan khas Perancis.
Kopi bukan menu unggulan di resto ini, variannya tidak begitu banyak dan lebih didominasi oleh kopi-kopi standard seperti latte, mocha, atau cappuccino. Ketika saya bertanya pada salah satu pramusajinya, mereka merekomendasikan 2 menu Iced Coffee: Madame Colette's Frozen Affogato dan Grandpa's Luigi Iced Coffee. Dan ketika saya bertanya mana yang lebih favorit, diantara keduanya, sang pramusaji merekomendasikan saya Grandpa's Luigi. Baiklah, saya pilih Grandpa's Luigi.
Appearance: Disajikan di gelas kaca untuk ice, dengan topping ice cream vanilla di atasnya. Biar lebih menarik, ditambahkan 1 batang kayu manis. Nampaknya kopi ini dibuat dengan cara dishaken, karena terdapat foam yang cukup tebal diatasnya.
Acidity, Flavor: Sama seperti kebanyakan Iced Coffee, kopi yang digunakan unuk Granda's Luigi ini mengandung acidity yang terbilang medium cenderung high. Saya kurang tahu persis kopi dari region mana yang digunakan, tapi kalau boleh nebak, antara region Africa atau America Latin. Rasanya juga cukup menyegarkan, ada sensasi manis dan lemony.
After taste: Watery. Sangat disayangkan, komposisi es batu di kopi ini lebih mendominasi dibanding kopinya sendiri. 3/4 gelas! alhasil, ketika 'ditinggal' beberapa menit, saat saya minum kembali lebih berasa air dengan rasa kopi yang samar. pada akhirnya saya hanya bisa menikmati es krim vanilla yang menjadi topping di atasnya.
food pairing: Marie Lou, crepes dengan potongan pisang yang dipanggang, dengan topping es krim vanilla, saus cokelat, taburan powder kayu manis. Manisnya pas, dan porsinya termasuk besar. crepes yang disajikan bukanlah tipe crepes garing. Teksturnya lunak dan sangat enak dinikmati selagi panas. Namun daripada dipairing dengan kopi, saya lebih merekomendasikan makanan ini disandingkan dengan mango-orange elixir (non coffee beverage), karena terasa lebih menyegarkan. tapi balik lagi semua tergantung selera.
Kopi bukan menu unggulan di resto ini, variannya tidak begitu banyak dan lebih didominasi oleh kopi-kopi standard seperti latte, mocha, atau cappuccino. Ketika saya bertanya pada salah satu pramusajinya, mereka merekomendasikan 2 menu Iced Coffee: Madame Colette's Frozen Affogato dan Grandpa's Luigi Iced Coffee. Dan ketika saya bertanya mana yang lebih favorit, diantara keduanya, sang pramusaji merekomendasikan saya Grandpa's Luigi. Baiklah, saya pilih Grandpa's Luigi.
Appearance: Disajikan di gelas kaca untuk ice, dengan topping ice cream vanilla di atasnya. Biar lebih menarik, ditambahkan 1 batang kayu manis. Nampaknya kopi ini dibuat dengan cara dishaken, karena terdapat foam yang cukup tebal diatasnya.
Acidity, Flavor: Sama seperti kebanyakan Iced Coffee, kopi yang digunakan unuk Granda's Luigi ini mengandung acidity yang terbilang medium cenderung high. Saya kurang tahu persis kopi dari region mana yang digunakan, tapi kalau boleh nebak, antara region Africa atau America Latin. Rasanya juga cukup menyegarkan, ada sensasi manis dan lemony.
After taste: Watery. Sangat disayangkan, komposisi es batu di kopi ini lebih mendominasi dibanding kopinya sendiri. 3/4 gelas! alhasil, ketika 'ditinggal' beberapa menit, saat saya minum kembali lebih berasa air dengan rasa kopi yang samar. pada akhirnya saya hanya bisa menikmati es krim vanilla yang menjadi topping di atasnya.
food pairing: Marie Lou, crepes dengan potongan pisang yang dipanggang, dengan topping es krim vanilla, saus cokelat, taburan powder kayu manis. Manisnya pas, dan porsinya termasuk besar. crepes yang disajikan bukanlah tipe crepes garing. Teksturnya lunak dan sangat enak dinikmati selagi panas. Namun daripada dipairing dengan kopi, saya lebih merekomendasikan makanan ini disandingkan dengan mango-orange elixir (non coffee beverage), karena terasa lebih menyegarkan. tapi balik lagi semua tergantung selera.
Subscribe to:
Posts (Atom)